Kelangkaan Gas Elpiji 3kg Diduga adanya Permainan Pengusaha dan Pihak Pangkalan

  • Bagikan

Detik-times, Tanjungbalai SUMUT- Lagi lagi Kota Tanjungbalai heboh sebab masyarakat saat ini sangat kesulitan sekali untuk mendapatkan gas Subsidi 3 kilo, dan hal ini sudah hampir berlanjut selama hampir setengah bulan, menurut salah seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya berdomisili di Kelurahan Selat lancang Kecamatan Datuk Bandar Timur Kota Tanjungbalai menyatakan pada Wartawan Rabu 3/6/26 bahwasanya kami saat ini sangat sulit sekali untuk membeli Gas Lpg 3 kilo, dan saya sudah berputar putar mencari Gas tersebut dan kalaupun ada yang menjual harganya sangat tinggi sekali mencapai hampir 30 ribu, kenapa sampai demikian ya…pak tutur Ibu tersebut dengan wajah yang tampak begitu sedih.

Hal yang sama juga disampaikan salah seorang warga yang berada di Kelurahan Perjuangan Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai Ibu Ani juga menyampaikan disini juga tempat kami Gas LPG 3 kilo susah didapat dan hilang seperti dimakan hantu dan kalaupun ada harganya tinggi selangit, kami berharap pemerintah Kota Tanjungbalai segera ambil tindakan dan demikian juga dengan Aparat kepolisian jangan hanya berdiam diri kata Ibu tersebut yang di Amini warga yang ada disana.

Ditempat terpisah Camat Kecamatan Datuk Bandar Bapak Sahrul Ependi ketika  dikompirmasi wartawan terkait kelangkaan Gas Elpiji 3 kilo tersebut menyampaikan bahwasanya kami perangkat daerah bersama dengan Forkopimda telah turun melakukan Sidak kebeberapa Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) mereka menyatakan bahwa pengiriman biasa biasa saja (Normal) dan terkait kelangkaan ditengah tengah masyarakat ini penyebabnya kita kurang mengetahui tutur Camat Datuk Bandar tersebut menyampaikan.

Sementara itu Sekretaris Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI)  Kota Tanjungbalai Amin Sinaga menduga langkanya Gas Elpiji bersubsidi 3 kilo tersebut diduga  adanya permainan nakal para pengusaha Makanan Bergizi (MBG) yang menggunakan gas bersubsidi 3 kilo yang seyogyanya untuk masyarakat tapi demi keuntungan pribadi menggunakan gas tersebut yang sudah diolah ke Tabung 12:kilo.

Untuk itu kita meminta kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai dan juga Satgas MBG serta aparat penegak hukum untuk dapat memantau dan memeriksa keberadaan rumah MBG yang ada diseluruh Kota Tanjungbala dan demikian juga para pangkalan Gas Lpg 3 kilo semuanya harus dilakukan pemeriksaan, jangan demi meraih keuntungan pribadi menyengsarakan Masyarakat banyak kata Amin Sinaga dengan tegas.(As18)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *