Detik-times.com, TANJUNGBALAI SUMUT- Salah seorang warga yang tinggal di Patembo Kabupaten Asahan berinisial Kiki (30),bertemu dengan Bapak R (45) warga Tanjungbalai dan bercerita pada Kiki bahwa anaknya akan mengikuti tes seleksi perekrutan penerimaan calon Bintara TNI Tahun 2026 dan Pak R bertanya pada Kiki kira kira ada yang bisa membantu agar anknya tersebut dapat lulus Ungkap pak R pada Wartawan Senin 6/7/26 dikediamannya.
Lebih lanjut pak Kiki berkata menyatakan bahwa ada saudaranya seorang TNI dapat membantu, dan tak menunggu lama akhirnya Pak R dan pak Kiki berangkat menemui saudara dari Kiki tersebut berinisial JH yang tinggal di Asrama Resimen Arhanud SSM 2 yang berada di Jalan Pancur Batu Medan Sumut,
Dalam pembicaraan dengan JH pak R bermohon bantuan dari JH agar anaknya di bantu lulus dalam penerimaan Calon siswa Bintara dan menyiapkan uang sebesar 70 juta, namun JH mengatakan tak sanggup dan minimal uang harus ada berkisar 250 sampai 300 juta yang katanya uang tersebut untuk Paketan, tetapi Bapak R tak sanggup dan mereka kembali pulang ke Tanjungbalai.
Tetapi tanpa sepengetahuan dari pak Kiki dan JH, anak dari pak R yang berinisial RA mengikuti testing seleksi Calon siswa Bintara yang dilaksanakan pada Mei 2026 kemarin dan setelah RA mengikuti seleksi Jasmani Bapak R kembali menghubungi pak Kiki dan mohon bantuan dari JH kembali sebab pak R sudah ada siapkan uang sebesar 150 juta, pada saat itu juga Pak Kiki kembali hubungi JH via WhatsApp dan mengatakan pak R sudah siapkan uang sebesar 150 juta.
Dan disana JH menyanggupinya untuk membantu pak R agar anaknya lulus dalam penerimaan Calon siswa Bintara, dimana uang tersebut digunakan untuk mengurus Daerah 30 juta dan pusat 120 juta dengan ketentuan bahwa apabila apabila tidak lulus maka uang tersebut kembali semuanya dengan utuh, dan selang beberapa hari JH telpon pak R meminta hasil Jasmani dan Kartu peserta RA yang sudah mengikuti testing Casis TNI tersebut dan juga meminta tempat tanggal lahir dari RA.
Selang beberapa hari JH kembali menelpon pak R meminta uang sebesar 20 juta yang katanya untuk mengurus daerah dan uang tersebut pun di transfer langsung kerekening JH, namu yang 10 juta lagi nanti saya kabari kata JH, namun setelah pengumuman ternyata RA tidak lulus itupun diketahui pak R dari RA sendiri bukan dari JH, Jelas hal tersebut membuat Pak R kecewa sekali dan menghubungi JH dan JH hanya menyatakan iya pak saya lagi menunggu, dan JH kembali menawarkan pada pak R, apa anak bapak mau masuk jadi Tam tama kita sudah ada rekomnya.
Setelah itu beberapa hari kemudian Bapak R langsung jumpai pak Kiki mempertanyakan ketidaklulusan anaknya tersebut serta kepulangan uang yang telah diberikan seperti perjanjian yang disepakati, Dan disana pak Kiki langsung menelpon JH dan mempertanyakan persoalan uang kapan akan dikembalikan dan JH berjanji uang tersebut akan dipulangkan dalam 2 atau 3 hari ini sebab uang itu belum dikirim dari sana.
Namun setelah ditunggu seperti yang dijanjikan JH namun uang tersebut juga belum dikembalikan dan karena sudah lagi tidak sesuai dengan janji JH, kembali pak Kiki hubungi JH atas permintaan pak R dan pertanyakan kapan uangnya dikembalikan dan disini JH kembali berjanji dalam 1 Minggu ini akan kembalikan uang tersebut.
Setelah sampai waktu yang dijanjikan JH berkisar 1 Minggu saat dihubungi kontak WhatsApp beliau sudah tak dapat lagi dihubungi, dan karena tak ada kejelasan maka Pak R dan istrinya pergi kerumah istri JH yang berada di Air batu dan pak R hanya bertanya pada istri JH kenapa nomor Bapak itu tak aktif dan mohon pada ibu bantu kami gimana persoalan anak kami dan uangnya kapan dikembalikan.
Namun istri JH juga menyatakan bahwa nomor suaminya JH juga tak aktif, dan karena tak ada juga kejelasan maka pak R dan istrinya kembali pulang, dan pada esok harinya JH hubungi pak R mengapa bapak datang kesana dan sebenarnya anak bapak itu sudah kita dongkrak, dan terus terusan mendesak serta dari awal juga orang bapak tawar menawar dengan kita, dan kalau orang bapak mau ini ada 5:juta yang sudah dikirimkannya, kirimkan nomor rekening orang bapak biar saya transfer, dan jelas pak R tidak mau sebab sudah melanggar kesepakatan dari awal bila mana tidak lulus maka uang yang diberikan akan dikembalikan semuanya tanpa kurang satu rupiahpun juga.
Atas peristiwa dan merasa tertipu pak R dan keluarga akan menempuh jalur hukum dan akan melaporkan JH ke Denpom pungkas pak R pada wartawan yang di Amini keluarga.(As18)












