DetikTimes || Dalam kehidupan, ujian datang dengan berbagai bentuk. Bagi Syam mamma, ujian itu hadir dalam wujud tanggung jawab besar yang menguji kesabaran dan keteguhannya. Ia bukan hanya seorang kepala keluarga, tetapi juga seorang pejuang yang dengan penuh keikhlasan merawat saudara ipar perempuannya yang mengalami gagal ginjal.
Setiap pekan, tiga kali dalam seminggu, Syam mamma harus memapah dan mengendong iparnya untuk menjalani prosedur cuci darah di rumah sakit Akademis Makassar Perjalanan menuju tempat perawatan bukanlah hal yang mudah, namun ia tak pernah mengeluh. Ia sadar, setiap langkah yang ia tempuh adalah bagian dari baktinya sebagai seorang saudara dan manusia yang penuh kasih sayang.
Selain mengurus kebutuhan medis, Syam mamma juga harus memastikan keluarganya tetap terjaga dalam kesejahteraan. Di sela-sela perjuangan membawa iparnya berobat, ia tetap bekerja dibengkelnya, mengurus masjid, mengurus warganya selaku ketua RT, monitoring anggota satlinmasnya selaku kordintor kecamatan, berperan di dapur, menyiapkan makanan untuk keluarganya. Pagi sore dia harus mengantar dan menjemput anak sekolahnya, tangannya tak pernah berhenti bekerja, dari menyiapkan sarapan hingga memastikan keluarganya mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Perjuangan Syam mamma bukan hanya soal fisik, tetapi juga mental dan emosional. Ia harus tetap tegar di hadapan keluarganya, memberikan harapan bagi yang sakit, dan tetap menjadi pilar bagi istri dan anak-anaknya.
Dukungan dari keluarga, doa yang tak pernah putus, serta keyakinannya kepada Allah SWT menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.
Kisah Syam mamma adalah cerminan ketulusan dan pengorbanan. Ia adalah bukti bahwa kasih sayang dan keikhlasan dapat menguatkan seseorang menghadapi tantangan seberat apa pun. Semoga perjuangannya menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk selalu berbuat baik dan tetap sabar dalam menjalani ujian [**]